“DISARANKAN DI CIKINI (all eyes on Papua) at Kopikina Cikini, Membersamai “solidaritas Papua” dan “Jatam (Jaringan Advokasi Tambang)”


 Sebuah polemik hari ini di dunia musik tanah air, dipicu oleh sebuah festival musik @pestapora yang melakukan kerjasama dengan sebuah PT yang mempunyai rekam jejak eksploitasi alam yang merusak, juga pelanggaran pada nilai nilai kemanusiaan di Papua. 

Dongker salah satu band penampil dari banyak nya penampil di Pestapora yang lantang dalam menyuarakan nilai kemanusian, memilih aksi pembatalan  dan menggelar sebuah acara dadakan yaitu “DISARANKAN DI CIKINI (all eyes on Papua) di @kopikina dan membersamai “teman teman solidaritas Papua” dan “Jatam (Jaringan Advokasi Tambang)” sebagai bentuk penolakan pada isu terkait (Freeport dan Papua).


Acara yang digelar secara dadakan ini menjadi sikap Dongker untuk tidak hanya mengambil aksi cancel mengcancel secara membabi buta, melainkan bentuk ajakan untuk memahami isu terkait (freeport dan papua) secara bersama sama dengan memposisikan diri tidak hanya sebagai musisi akan tetapi berdiri bersama sebagai manusia dan berbagi cerita secara langsung dengan menghadirkan teman teman dari solidaritas Papua dan Jatam.


Adapun Harapan dari acara ini yaitu “ agar kita bisa tumbuh bersama sebagai warga tanpa menjatuhkan satu sama lain. Tumbuh secara emosi dan pengetahuan agar masa depan yang kita impikan bisa segera terwujud” ungkap Delpi. 


https://youtu.be/9DeNo53BShg ( penampilan dongker acoustic set )



Contact:
Noprbas.project
Noprabs2021@gmail.com

085780439602 (Gema)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batu Besi Pasir merilis Danau, sebuah kolaborasi dengan Michelle Limanjae

Mad Madmen Umumkan Rilisan Single Baru Berjudul “Mr. Sunflower (Noni’s Lullaby)”

THE SKIT - MEMUNGUT KETAKUTAN DAN KELUH KESAH MELALUI KITA DI LUKA YANG SAMA